Thursday, 5 April 2012

Biografi Ad-Darimi

Beliau adalah Al-Hafizh al-Imam Abdullah bin Abdul Rahman bin Fadhl bin Bahram bin Abdillah abu Muhmad ad-Darimi as-Samarqandi.[2] ad-Darimi adalah nama lengkapnya Darim bin Malik bin Handalah bin Zaid bin Munah bin Tamim.[3] Ia di lahirkan pada taun 181 H (ada juga yang berpendapat 182) atau bertepatan dengan tahun 797 M.[4]

Keilmuan

Sebagai seorang yang bertekad menjadi penyebar hadits dan sunnah, maka syarat-syarat sebagai seorang rawi sejati menjadi satu kemestian untuk dimiliki. Diantaranya ia mesti terlebih dahulu belajar dan berguru.
a. guru-guru beliau
Yazid bin Tharus, Nadzar bin Syumail (paling awal meninggal diantara guru-gurunya), imam Muslim dan yang lainnya.[5] Dan setelah mendapatkan ilmu dan memulai menapaki masa-masa kematangan intelektualnya, beliaupun mulai mengajar dan berkarya.
b. Murid-murid beliau
Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Abdullah bin Beumaid (ia adalah murid paling awal/pertama).[6]
c. karya beliau
  1. Sunan ad-Darimi (ada juga yang menyebutnya al-Jam’u ash-Shahiih)
  2. Tsulutsiyat (kitab hadits)
  3. al-Musnad
  4. Tafsir [7]
karenanya menjadi tidak mengherankan jika kemudian para ulama memuji dan menyanjung keilmuan beliau.
1. Imam Ahmad bin Hanbal memuji beliau dan menggelarinya dengan gelar “imam” dan berpesan agar menjadikannya rujukan (seraya ucapannya diulang-ulang).[8]
2. Muhamad bin Basyar (bundar) berkata : “penghapal kaliber dunia ada empat: Abu Zur’ah ar-Razi, Muslim an-Nasaiburi, Abdullah bin Abdul Rahman di Samarqandi dan Muhamad bin Ismail di Bukhari”.[9]

Abu Harits ar-Razi berkata: “…dan Abdullah bin Abdurrahman paling kuat (atsbat) di antara mereka (Bukhari, Muhamad bin Yahya dan Muhamad bin Aslam).[10]
Sebagai seorang imam (barangkali profesor/guru besar sekarang) ilmu yang dikuasainya tidak terbatas kepada satu macam saja. Pantas saja jika para ulama menempatkan beliau sebagai seorang ahli tafsir yang sempurna mumpuni dan seorang ahli fiqh yang alim.[11]
Sudah barang tentu, penghargaan ulama seperti ini kepada beliau bukanlah datang dengan tiba-tiba –bim salabim–. Hal ini merupakan buah atau hasil dari sebuah proses panjang dalam hidup rabbani.
Abu Bakar al-Khilib al-Baghdadi melukiskan hal ini dalam buku beliau tarikh baghdad,[12] dan kemudian di nukil oleh adz-Dzahabi, ia berkata: “ia salah seorang pengembara sejati dalm mencari hadits atau memiliki kekuatan hapalan, dalm mengumpulkan hadits secara propesional (itqan)……”.[13]
Adz-Dzahabi menjulukinya dengan tawafal (mengelilingi banyak negeri) menjadi seorang imam, tentu saja sebuah gelar yang besar/agung. Kebesaran ini menjadi lengkap, karena ternyata beliau memang seorang imam seperti dalam makna yang sesungguhnya, luar dalam.
Muhamad bin Ibrahiem bin Manshur as-Saerozi: “Abdullah adalah puncak kecerdasan dan konsistensi beragama, di antara orang yang menjadi teladan/perumpamaan dalam kesantunan, keilmuan, hafalan, ibadah dan juhud….”.[14] Bahkan imam Ahmad pernah menyebutkan bahwa suatu ketika ditawarkan kepada beliau materi (dunia) tetapi beliau tidak menerimanya.[15]
d.Wafat beliau
Beliau meninggal dunia pada hari Kamis, 8 Dzulhidjah (hari tasriah) setelah ashar tahun 225 H /69 M, dalam usia 75 tahun. Dan dikuburkan keesokan harinya, Jumat (hari Arafah).[16]
Kitab “Sunan”:
  1. Nama kitab:
Dari dua ahli sejarah lama, Adzahabi dan Ibnul Imad,[17] menyebutnya dengan “al-Musnad” juga dalam photo copy manuskrip (makhtuth) di Tendiyas India.[18] Dan dari dua ahli sejarah kontemporer, Umar Ridla Kahalah[19] dan ad-Darakli,[20]menyebutkan dengan “as-Sunan atau Sunan ad-Darimi”.
Dan setelah mempelajari susunan bab-bab (kitab yang telah di cetak) disusun sesuai dengan bab-bab fiqh, maka lebih tepat di sebut dengan “Sunan”.[21]
  1. cetakan kitab sampai tahun 1997, sudah ada lima cetakan kitab sunan ad-Darimi.[22]
    1. Pada tahun 1293 H di Kanbower, dengan tebal halaman 467.
    2. Pada tahun 1346 H di Cairo, dalam dua jilid, diperbanyak oleh M. Ahmad Rahman.
    3. Pada tahun 1404 H, dengan takhrij, tahqiq, ta’liq: Abdullah Hasyim Yamani Al-Madani di Faishal Abad dalam dua jilid. Juga di Cairo pada tahun tersebut di Dar Ihya as-Sunnah ar-Rabiyyah dalam dua jilid juga.
    4. Pada tahun 1405 H di Cairo, tahqiq bagian ke tiga dalam disertasi doktoral setebal 1110 halaman oleh Abdul Qayyim Abdul Rabi Nabbiy al-Fakistani dengan dosen pembimbing M. Syaukani Khadr as-Sayyid.
    5. pada tahun 1412 H di Damaskus, tahqiq, syarh, dan daftar isi Dr. Mushthafa Diib al-Bugha.
  2. kedudukan Sunan ad-Darimi:
sejarah yang saya ketahui, Sunan ad-Darimi, mendapatkan perhatian lebih dari para peneliti (bahitsin), terutamanya setelah muncul al-Mujtamul Mufahrats Li Alfazdil Hadits, dimana Sunan ad-Darimi menjadi salah satu rujukan Mu’jam tersebut, sehingga jika kemudian disebut Kutub at-Tis’ah, maka masuklah Sunan ad-Darimi di dalamnya.
Adapun dalam tulisan-tulisan ulama terdahulu, tentang pembahasan-pembahasan atau istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan kitab-kitab hadits, maka jarang di masukkan, contoh: ketika membahas tentang syarat-syarat kitab-kitab hadits tertentu, seperti Abu Bakar Muhamad Musa al-Hazimi (w. 584 H) dalam kitabnya syurutul……….khamsah, atau Abu Fadhl bin Thahir al-Maqdisi (w. 507 H), (dalam kitabnya syurutul….sittah lebih lanjut, apakah tesis/desertasi atau kajian/tulisan non akademis? Saya belum melihatnya), hanya melihat 5/6 kitab dan tidak termasuk di dalamnya Sunan ad-Darimi. Wallahu a’lam.
Sampai sejauh ini kajian atau penelitian yang mendalam –selain dari tahqiq, tq’liq, syarh dan yang sejenisnya—belum saya jumpai, sampaipun dalam tesis-tesis atau disertasi-desirtasi. Di berbagai universitas di negeri Arab, ada satu judul buku “Imam ad-Darimi Atsaruhu Fil Hadits dalam catatan kaki sebuah buku, namun tidak rinci. Karenannya saya pribadi tidak bisa menulis lebih dari sekedar memperkenalkan secara sangat kasat tentang buku ini.
  1. isi Sunan ad-Darimi
- kitab ini di mulai dengan muqaddimah yang berisi bab-bab pengantar seperti:
- kondisi manusia sebelum islam
- tentang sifat, mu’jizat Nabi
- tentang fatwa
- tentang ilmu dan orang berilmu
- Didalamnya terdapat 654 hadits, dan yang lainnya.
- kemudian di sambung dengan kitab Taharah, kitab Shalat dan di akhiri dengan kitab Fadhail al-Qur’an. Jumlah kitab dalam Sunan Darimi seluruhnya berjumlah 23 kitab, dan dalam setiap kitab terdapat bab, di dalam bab-bab inilah beliau menyebutkan hadits-hadits yang sesuai dengan judul bab yang di maksud.
  1. jumlah hadit-hadits dan kedudukannya:
- dari hitungan Dr. Mushthafa Diib al-Bugha: “terdapat sebanyak 3375 hadits dalam sunan darimi termasuk hadits-hadits yang termaktub dalam muqaddimah”.
- sejauh ini, saya belum mengetahui sebuah study dan penelitian yang detail dan mendalam tentang persentase kekuatan/kedudukan hadits-hadits Sunan ad- Darimi.
Barangkali, dari contoh-contoh riwayat beliau yang di nukil sebagian oleh adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar ‘Ilam Nubala,[23] dapat disimpulkan, bahwa sebagian hadits beliau ada yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, artinya riwayatnya termasuk kategori shahih. Dan ada yang masuk dalam kategori Gharibul Isnad. Seperti halnya karakter dari kitab sunan yang menekankan kepada hadits-hadits hukum, maka kemungkinan adanya hadits-hadits yang tidak shahih adalah wajar. Karena para penulis (mukharrij sunan) tidak mensyaratkan hal itu (hanya meriwayatkan yang shahih saja). Wallahu ‘alam.

1 comment:

  1. taks gan..sangat bermanfaat..
    oea gan.. apa ada alasan yang sangat mendasar kenapa imam ad-darimi di masukkan ke dalam kutub tis'ah???

    ReplyDelete

Author

Stats

Kata Hukama


About

Followers

Archives

Pelawat Seantero

Ulama Pewaris Nabi

Ulama Pewaris Nabi

Sample Text

Kepada semua penulis asal, blogger atau sesiapa saja yang artikelnya saya petik dan masukkan di sini, saya memohon kebenaran dan diharap tidak dituntut di akhirat nanti. Seboleh-bolehnya saya akan "quote" artikel asal dan sumbernya sekali, supaya apa yang dimaksudkan oleh penulis asal tidak lari atau menyeleweng. Saya ambil artikel-artikel penulisan untuk rujukan saya dan sahabat-sahabat pelawat. Saya masih cetek ilmu tidak sehebat sahabat-sahabat yang menulis artikel-artikel di blog ini. Jazakumullah khairan kathira kerana sudi menghalalkan ilmu untuk perkongsian seluruh masyarakat Islam

Popular Posts